Laman

Translate

Label

Tampilkan postingan dengan label gunung terpopuler di indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung terpopuler di indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2013

GUNUNG KELIMUTU











KELIMUTU ( DANAU 3 WARNA )



Spesifikasi


  • lokasi Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia.   
  • ketinggian 1.639 meter (5.377 kaki)
  • Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi
  • volume air 1.292 juta meter kubik.
  • Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor.
  • Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat.
  • Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.  

informasi keindahan gunung kelimutu
 

Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

 seperti gambar dibawah ini





















 

flora-fauna yang teredapat di kelimutu

total 49 jenis burung di dalam kawasan TN Kelimutu (termasuk garugiwa), 14 jenis mamalia, 4 jenis ular, 1 jenis kadal, dan 2 jenis moluska. Ada pula 78 jenis pohon yang berkelompok dalam 36 suku yang tumbuh subur di kawasan seluas 5.356,50 hektar itu dan

79 jenis tanaman dengan jumlah 250 tanaman, termasuk jenis flora endemik TN Kelimutu

ini lah beberapa contoh flora di kelimutu

Utaonga (Begonia kelimutuensis Wiriadinata).

 arngoni (Vaccinium Varingiaefolium)
Turuwara (Rhododendron renschianum)
dan bunga abadi (anaphalis longofolium) yang berbunga sepanjang tahun.






  

Dan disekitar situ, tumbuh   kayu mata (Albizia montana), kebu (Homalanthus giganteus), tokotaka (Putranjiva roxburghii), uwi rora (Ardisia humilis), longgo baja (Drypetes subcubica), toko keo (Cyrtandra sp.), kayu deo (Trema cannabina), dan kelo (Ficus villosa).



ini lah beberapa contoh fauna di kelimutu

burung Garugiwa (burung arwah).


deke (Papagomys armandvillei) 

  ayam hutan (Gallus gallus)

kijang (Muntiacus muntjak nainggolani)



elang (Elanus sp.)
 
srigunting (Dicrurus sulphurea) 




 

Dan disekitar situ, ada luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), kancil (Tragulus javanicus javanicus)  rusa (Cervus timorensis), babi hutan (Sus sp.), tikus lawo (Rattushainaldi), tikus gunung (Bunomys naso), banteng (Bos javanicus javanicus),  wawi ndua (Susheureni).
 

informasi penting
 

Taman Nasional Kelimutu juga merupakan habitat bagi sekitar 19 jenis burung yang terancam punah. Burung-burung tersebut diantaranya punai flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), cabai emas (Dicaeum annae), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), burung madu matari (Nectarinia solaris), kancilan flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), dan elang flores (Spizaetus floris).
 ( jadi jika anda berkunjung ke tempat wisata kelimutu anda tidak akan merasa rugi karena jika anda beruntung anda dapat melihat 19 jenis burung yang terancam punah )




Mitos atau misteri kelimutu

Kelimutu menurut para turis disebut-sebut danau 3 warna tapi tidak untuk warga setempat, warga setempat menjulukinya dengan danau para arwah 

 
Sejarah gunung kelimutu

 

Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh orang lio Van Such Telen, warga negara Bapak Belanda Mama Lio , tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.
Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.






Senin, 15 April 2013

GUNUNG RINJANI



GUNUNG RINJANI 

 

SPESIFIKASI GUNUNG RINJANI

 

  • lokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ( INDONESIA )

  • ketinggian 3.726 m dpl

  • luas sekitar 41.330 ha 

     

informasi keindahan gunung rinjani

          

Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.

Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. 

Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl.  

yang terletak di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair. 

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl.

Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.  

 

ini lah gambar segara anakan,kaldera dan gunung barujari

 








  Dan ini lah gambar jalan untuk pendakian

 




 

flora dan fauna di gunung rinjani

 

 flora :  Jelatang,Dedurenan, Bayur, Beringin, Jambu-jambuan,  Keruing, Rerau, Cemara Gunung,Eidelweis,anggrek. 


fauna :  Musang Rinjani, Rusa, Lutung Budeng, Trenggiling, burung Cikukua Tanduk, Dawah Hutan, Kepodang Kuduk Hitam, reptilia, ikan air tawar, Mujair dan Karper. 

 

sejarah gunung rinjani

 

 

 

mitos / misteri gunung rinjani

 

Gunung Rinjani menyimpan sejumlah misteri. Salah satu misteri terbesarnya adalah Dewi Anjani.  Dewi Anjani konon adalah keturunan langsung Raja Selaparang hasil dari pernikahan sang Raja dengan mahkluk halus yang bermukim di gunung Rinjani ketika beliau memohon hujan untuk daerahnya karena kekeringan panjang yang melanda kerajaan Selaparang pada masa itu. Karena itulah sampai saat ini masyarakat suku Sasak dan Hindu Dharma di pulau Lombok sering melakukan ritual Mulang Pekelem yaitu ritual memohon hujan kepada Dewi Anjani dengan memberikan sesembahan berupa lempengan emas yang berbentuk segala macam mahkluk air dengan cara ditenggelamkan ke danau Segara Anak.

 

untuk menuju gunung rinjani 

  

 jika dari jakarta anda bisa menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram,setelah sampai di mataram anda menuju ke desa sembalun atau bisa juga ke desa senaru menggunakan kendaraan setempat.atau menggunakan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju ke bandara selaparang mataram - Lombok.